Home

Mekanisme atrofi papil lidah pada anemia defisiensi besi

(DOC) Anemia defisiensi besi Akhta Yudistira - Academia

Angka kejadian anemia defisiensi besi (ADB) pada anak balita di Indonesia sekitar 40- f 45%. Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan prevalens ADB pada bayi 0-6 bulan, bayi 6-12 bulan, dan anak balita berturut-turut sebesar 61,3%, 64,8% dan 48,1% Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah defisiensi nutrien tersering pada anak di seluruh dunia terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh penderita. Diperkirakan 30% populasi dunia menderita anemia defisiensi besi, kebanyakan dari jumlah tersebut ada di negara. Etiomologi Anemia Defisiensi Besi Penyebab Anemia Defisiensi Besi adalah : 1. Asupan zat besi Rendahnya asupan zat besi sering terjadi pada orang-orang yang mengkonsumsi bahan makananan yang kurang beragam dengan menu makanan yang terdiri dari nasi, kacang-kacangan dan sedikit daging, unggas, ikan yang merupakan sumber zat besi Akibatnya banyak tanda dan gejala anemia defisiensi besi terlokalisasi pada sistem organ ini: - Atropi papil lidah: permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang. - Stomatitis angularis (cheilosis); adanya keradangan pada sudut mulut sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan - Atrofi mukosa gaster. Diagnosis anemia zat gizi ditentukan dengan tes skrining dengan cara mengukur kadar Hb, hematokrit (Ht), volume sel darah merah (MCV), konsentrasi Hb dalam sel darah merah (MCH) Manifestasi yang paling menonjol pada anemia defisiensi besi adalah : pucat glossitis (lidah tampak pucat, licin, mengkilap, atrofi papil lidah) stomatitis dan keilitis.

Pada anemia defisiensi besi karena penurunan kadar hemoglobin yang terjadi secara perlahan-lahan sering kali sindrom anemia tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan anemia lain yang penurunan kadar hemoglobinnya terjadi lebih cepat, oleh karena mekanisme kompensasi tubuh dapat berjalan dengan baik Anemia defisiensi besi (ADB) adalah anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis, karena cadangan besi kosong (depleted iron store) yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang. Diperkirakan 10% populasi di Negara maju dan sehingga 25-50% di Negara yang sedang berkembang mengalami anemia Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatis angularis. 2. Anemia defisiensi asam folat: lidah merah (buffy tongue) 3. Anemia hemolitik: ikterus dan hepatosplenomegali 4. Anemia aplastik: perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi. c. Gejala akibat penyakit dasar Gejala penyakit dasar yang menjadi penyebab anemia. Gejal Gejala khas masing-masing anemia Gejala khas yang menjadi ciri dari masing-masing jenis anemia adalah sebagai berikut: Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis, keletihan, kebas dan kesemutan pada ekstremitas Anemia defisiensi asam folat: lidah merah (buffy tongue)

untuk masing -masing jenis anemia, sebagai berikut : a) anemia defisiensi besi gejalanya antara lain disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis, dan kuku sendok ( onychia koil). b) anemia megaloblastik antara lain glositis, gangguan neurologik pada defisiensi vitamin B12. ) anemia pada kasus yang sangat berat dapat terlihat : a. Koilonychia b. Keilosis angularis (Fisura dan ulserasi di sudut mulut) c. Plummer-Vinson syndrome (ditemukan kelainan pada pemeriksaan dengan barium) d. atrofi mukosa gaster e. atrofi papil lidah Gejala yang khas dijumpai pada anemia defisiensi besi, tetapi tidak dijumpai pada anemia jenis lain: 1. Koilonychia: kuku sendok (spoon nail), kuku menjadi rapuh, bergaris-garis vertikal dan menjadi cekung sehingga mirip seperti sendok. 2. Atrofi papil lidah: permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang. 3 Gejala khas menjadi ciri dari masing-masing jenis anemia adalah: a. Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis b. Anemia defisiensi asam folat: lidah merah c. Anemia hemolitik: icterus dan hepatosplenomegaly d. Anemia aplastic: pendarahan kulit atau mukosa dan tanda infeksi. 2.1.4 Etiologi Anemia Menurut Yayan Akhyar Israr (2008) anemia pada akhirnya menyebabkan kelelahan, sesak nafas, kurang tenaga dan gejala lainnya. Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tidak dijumpai pada anemia jenis lain, seperti : a. Atrofi papil lidah : permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang b

1. Anemia Defisiensi. Anemia yang terjadi akibat kekurangan faktor-faktor pematangan eritrosit, seperti defisiensi besi ,asam folat, vitamin B12, protein, piridoksin dan sebagainya. 2. Anemia Aplastik. Anemia yang terjadi akibat terhentinya proses pembuatan sel darah oleh sumsum tulang. 3. Anemia Hemoragik Anemia Defisiensi Besi : Anemia yang dikarenakan kurangannya zat besi yang digunakan untuk memproses hemoglobin. Disfagia : Kesulitan menelan; Stomatitis Angularis, : Peradangan pada mulut dan bibir; Atrofi Papil Lidah: tampak lidah berwarna merah atau tidak normal; Anemia Defisiensi Asam Folat : Anemia yang disebabkan oleh kurangnya asam fola Gejala khas yang menjadi ciri dari masing-masing jenis anemia adalah sbb: o Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis. o Anemis defisiensi asam folat: lidah merah o Anemis aplastik; perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi. Gejala akibat dasar Gejala penyakit dasar yang menjadi penyebab anemi

Gejala umum anemia atau sindrom anemia adalah gejala yang timbul pada semua jenis Anemia pada kadar hemoglobin yang sudah menurun sedemikian rupa dibawah titik tertentu. Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis Proses Terjadinya Anemia. Mekanisme dasar terjadinya anemia dalam tubuh disebabkan 3 proses.

Anemia defisiensi zat besi dan vitamin B12 juga dapat memicu terjadinya glositis. Kedua kondisi ini ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya asupan oksigen ke otot dan permukaan lidah, sehingga jaringan tersebut mengalami kerusakan dan peradangan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan anemia yang paling sering terjadi di negara berkembang seperti Indonesia terkait tingkat ekonomi terbatas, kurangnya asupan protein hewani, dan infestasi parasit yang merupakan masalah endemik. Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia belum ada data yang pasti, Martoatmojo et al memperkirakan ADB pada

Anemia Defisiensi Besi - Unima

Gejala dari anemia defisiensi besi: gejala ini merupakan khas pada anemia defisiensi besi dan tidak dijumpai pada anemia jenis lainnya, yaitu: 1. koilonychia/ spoon nail/ kuku sendok dimana kuku berubah jadi rapuh, bergaris-garis 2. vertikal dan jadi cekung sehingga mirip sendok. 3. Atropi papil lidah 1. kekurangan bahan unuk eritrosit (anemia defisiensi besi, dan anemia deisiensi asam folat/ anemia megaloblastik) 2. gangguan utilisasi besi (anemia akibat penyakit kronik, anemia sideroblastik) 3. kerusakan jaringan sumsum tulang (atrofi dengan penggantian oleh jaringan lemak:anemia aplastik/hiplastik, penggantian oleh jaringan fibrotic/tumor. Anemia defisiensi Fe et causa Ancylostoma Duodenale 1 W ahidah Nur Indasyah, 1 A walya Rahma, 1 Selma Naf'an Sabila, 1 Rachmadania Diana Putri, 1 Muhammad Iqbal Fauzi, 1 Prisma Diandari, 1 Dini.

Anemia defisiensi ditandai dengan lemas, sering berdebar, lekas lelah dan sakit kepala. Papil lidah tampak atrofi. Jantung kadang membesar dan terdengar murmur sistolik. Di darah tepi tampak gambaran anemia hipokrom dan mikrositer, sementara kandungan besi serum rendah Prevalensi anemia meningkat menjadi 17% pada wanita hamil dan prevalensi terbesar yaitu 33% dari wanita hamil tersebut berasal dari kelompok dengan sosial ekonomi rendah - Pada tahun 2005 prevalensi anemia defisiensi folat di negara-negara berkembang seperti Indonesia 44,3%, India 49,7%, Ethiophia 62,7, Laos 56,4%, Irak 38,2%, dan Arab Saudi 32

ANEMIA DEFISIENSI BESI - Unan

HCPs: Learn More About Anemia- Related Resources Mekanisme Terjadinya Anemia Defisiensi. Besi pada Anak Kevin Giovanno 102011208. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Pendahuluan Prevalens anemia defisiensi besi (ADB) pada anak masih tinggi.Pada anak sekolah dasar berumur 7-13 tahun di Jakarta (2003) dari seluruh jenis anemia yang diderita,50% di antaranaya menderita ADB. ADB memberikan dampak negatif kepada tumbuh. Mekanisme Pada kasus aniemia defiziensi zat besi, dapat menyebabkan gangguan enzim aldehid oksidase sehingga terjadi penumpukan serotonin yang merupakan pengontrol nafsu makan. Lidah licin (atrofi papil) pada anemia defisiensi Fe. Limfadenopati, hepatosplenomegali, nyeri tulang (terutama di sternum); nyeri tulang dapat disebabkan oleh.

glossitis (lidah tampak pucat, licin, mengkilap, atrofi papil lidah) stomatitis dan keilitis angular; koilonikia (kuku menjadi cekung ke dalam seperti sendok), ditemukan pada 18% anemia defisiensi besi; perdarahan dan eksudat pada retina bisa terlihat pada anemia berat (Hb 5 gram% atau kurang Disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis, dan kuku sendok (koilonychia) Pada pemeriksaan Konjuktiva anemis, mukosa mulut pucat, telapak tangan dan jaringan dibawah kuku pucat

(DOC) Makalah Anemia Defisiensi Besi Aulia Shofiea

  1. Atrofi pada papil lidah dapat mengindikasikan defisiensi besi, asam folat dan kobalamirt. Dapat pula terjadi stomatitis angular. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan hemoglobin, indeks sel darah merah, dispersi lebar sel darah merah, besi serum, saturasi transferin, dan feritin serum
  2. B12 c. Anemia hemolitik: ikterus, splenomegali dan hepatomegali d. Anemia aplastik: perdarahan dan tanda-tanda infeksi 3. Gejala penyakit dasar
  3. · Gejala khas yang menjadi ciri dari masing-masing jenis anemia yaitu anemia defisiensi besi (disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis), anemia defisisensi asam folat (lidah merah), anemia hemolitik (ikterus dan hepatosplenomegali), dan anemia aplastik (perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi)
  4. Sebenarnya dalam kasus anemia defisiensi besi, jarang sekali dilakukan tranfusi darah, hanya pada kasus tertentu seperti adanya penyakit jantung anemik, anemia yang simptomatik, dan pasien yang perlu peningkatan Hb yang cepat (pada kehamilan trimester akhir dan praoperasi) (Suega dkk, 2007)
  5. a. Anemia defisiensi besi : disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis. b. Anemia defisiensi asam folat : lidah merah (buffy tongue) c. Anemia hemolitik : ikterus dan hepatosplenomegali. d. Anemia aplastik : perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi 2.5.Pemeriksaan Kadar Hemoglobi
  6. Anemia defisiensi besi yang terjadi akibat infeksi cacing tambang selain memiliki gejala dan tanda umum anemia, juga memiliki manifestasi khas seperti atrofi papil lidah, telapak tangan berwarna jerami, serta kuku sendok. Juga terjadi repository.unimus.ac.i

Gejala ini spesifik untuk masing-masing jenis anemia. Sebagai contoh: Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis dan kuku sendok (koilonychia) Anemia megaloblastik: glositis, gangguan neurologic pada defisiensi vitamin B12; Anemia hemolitik: ikterus, splenomegali dan hepatomegal Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia belum ada data yang pasti, Martoatmojo et al memperkirakan ADB pada laki-laki 16-50% dan 25-84% pada perempuan tidak hamil serta 46-92% pada wanita hamil Cheilosis (fisura di sudut mulut) dan koilonychias (kuku sendok) adalah tanda dari defisiensi besi lanjut. Pasien juga dapat mengeluhkan atrofi papil lidah, atrofi kulit sepertiga pasien (Edward,2008). 2.2.9. Skrining Rekomendasi dari The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) a. Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis, dan kuku sendok (koilonychia). b. Anemia megaloblastik: glossitis, gangguan neurologik pada defisiensi vitamin B12 c. Anemia hemolitik: ikterus, splenomegali dan hepatomegali d. Anemia aplastik: perdarahan dan tanda-tanda infeksi 3

2. Gejala Khas Defisiensi Besi Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tetapi tidak dijumpai pada anemia jenis lain adalah (Bakta, 2006): a. Koilonychia, yaitu kuku sendok (spoon nail), kuku menjadi rapuh, bergaris-garis vertikal dan menjadi cekung sehingga mirip sendok. b. Atrofi papil lidah, yaitu permukaan lidah menjadi licin dan. Papil lidah tampak atrofi. Jantung kadang membesar dan terdengar murmur sistolik. Di darah tepi tampak gambaran anemia hipokrom dan mikrositer, sementara kandungan besi serum rendah. Defisiensi vitamin B12 maupun asam folat menyebabkan anemia megaloblastik yang mungkin disertai gejala neurologi Anemia Defisiensi Besi dan Anemia Aplastik. May 6, 2010 at 6:24 am () 1. Definisi dan jenis-jenis anemia. Anemia adalah kondisi dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin, yang biasanya juga disertai oleh penurunan kadar eritrosit dan hematokrit sehingga kebutuhan tubuh terhadap oksien kurang terpenuhi

(DOC) Referat anemia defisiensi besi Ahmad Fatahillah

  1. Pemeriksaan fisik pada anemia defisiensi besi (ADB) dilakukan untuk mencari tanda klinis ADB, gejala penyerta, serta komplikasinya. Tanda-tanda yang dapat ditemukan antara lain: Rambut: alopesia; Mata: Konjungtiva anemis; Mulut: mukosa pucat, kelitis angularis, atrofi papil lidah, glositi
  2. Anemia defisiensi besi (ADB) adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh (depleted iron store) sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang, yang pada akhirnya pembentukan hemoglobin (Hb) berkurang.Gambaran diagnosis etiologis dapat ditegakkan dari petunjuk patofisiologi, patogenesis, gejala klinis, pemeriksaan laboratorium, diagnosis banding, penatalaksanaan dan.
  3. Misalnya anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh infeksi cacing tambang berat akan menimbulkan gejala seperti pembesaran parotis dan telapak tangan berwarna kuning seperti jerami. Menurut Yayan Akhyar Israr (2008) anemia pada akhirnya menyebabkan kelelahan, sesak nafas, kurang tenaga dan gejala lainnya

Anemia berat gangguan GI dan CHF (anoreksia, nausea, konstipasi atau diare)Pucat merupakan tanda paling penting pada defisiensi besi. Pada ADB dengan kadar Hb 6-10 g/dl terjadi mekanisme kompensasi yang efektif sehingga gejala anemia hanya ringan saja. Bila kadar Hb turun <> 100 µg/dl eritrosit A. Anemia defisiensi besi B. Leukemia akut C. Leukemia kronis D. Anemia defisiensi vitamin B12 Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis dan atrofi papil lidah. Pada pemeriksaan biopsi didapatkan infiltrasi limfosit folikel tiroid dengan bentukan germinal sentrum beberapa folikel serta serbukan sel limfosit dan eosinofilik. Defisiensi Ferum. Anemia yg disebabkan kurangnya zat besi untuk sintesis hemoglobin. Zat besi (Fe) diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb). Kekurangan Fe mengakibatkan kekurangan Hb. Walaupun pembuatan eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit dari pada biasa sehingga timbul anemia hipokromik mikrositik konjungtiva yang pucat, koilonychia, dan atrofi papil lidah. Pada pemeiksaan penunjang ditemukan anemia hipokormik mikrositer, dengan penurunan SI dan peningkatan TIBC. Diagnosis pasien ini adalah a. Anemia defisiensi besi b. Anemia megaloblastic c. Anemia hemolitik d. Thalasemia e. Hemofili

Pada anemia defisiensi besi dapat dijumpai gejala - gejala penyakit yg mjd penyebab anemia defisiensi tsb. Misal : Ø Anemia akibat penyakit cacing tambang : dispepsia, parotis membengkak, dan kulit telapak tangan berwarna kuning spt jerami Anemia defisiensi besi didapatkan cadangan besi yang sangat berkurang dan pada anemia penyakit kronis didapatkan cadangan besi yang meningkat. Namun karena invasif, prosedur tersebut tidak digunakan dalam pelayanan rutin. Nafas cuping hidung -/- , terpasang selang nasogastrik e. Mulut : Papil lidah atrofi (-) f. Leher : Kelenjar getah.

AVICENNA: Anemia Defisiensi Bes

  1. Gejala yang khas pada anemia defisiensi besi dan tidak dijumpai pada anemia jenis lainnya adalah: a. Koilonychia atau kuku sendok (spoon nail), yaitu kuku menjadi rapuh, bergaris vertikal dan menjadi cekung sehingga mirip dengan sendok. b. Atrofi papil lidah yaitu permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang
  2. Gejala khas yang dijumpai pada defisiensi besi dan tidak dijumpai pada anemia jenis lain adalah sebagai berikut : 1. Koilorikia. Kuku sendok (Spoon nail) kuku menjadi rapuh, bergaris-garis vertical, dan menjadi cekung seperti sendok. 2. Atrofi papilla lidah. Permukaan lidah menjadi licin dan mengilap karena papil lidah menghilang. 3. Stomatitis.
  3. B12; anemia hemolitik : ikterus, splenomegali dan hepatomegali; anemia aplastik : pendarahan dan tanda-tanda infeks
  4. Secara definisi, anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga kebutuhan besi untuk eritropoesis tidak cukup yang ditandai dengan gambaran sel darah merah yang hipokrom mikrositik, kadar besi serum dan saturasi (jenuh) transferin menurun, mampu ikat besi total (TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang dan tempat lain sangat kurang.
  5. Pada anemia defisiensi besi karena penurunan kadar hemoglobin yang terjadi secara perlahan-lahan sering kali sindroma anemia tidak terlalu menyolok dibandingkan dengan anemia lain yang penurunan kadar hemoglobinnya terjadi lebih cepat, oleh karena mekanisme kompensasi tubuh dapat berjalan dengan baik. Anemia bersifat simtomatik jika hemoglobin.
  6. Anemia hipokromik mikrositik yang paling sering terjadi pada ibu hamil adalah anemia defisiensi besi, walaupun untuk lebih memastikannya diperlukan pemeriksaan tambahan seperti kadar besi serum, TIBC, dan feritinin. Pada ibu hamil, kemungkinan terjadinya anemia defisiensi besi cukup besar
  7. - Atrofi papilla lidah : permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang.- Stomatitis angularis : adanya peradangan Pada anemia defisiensi besi dapat dijumpai gejala - gejala penyakit yang menjadi penyebab anemia defisiensi. Mis pada anemia akibat penyakit cacing tambang dijumpai dyspepsia, parotis membengkak.

Dari anamnesis didapatkan pasien tidak suka mengkonsumsi sayuran sejak kecil. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, HR 78x/menit, RR 18x/menit, Tax 36,9, konjungtiva anemis (+), atrofi papil lidah (+). Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7,2 g/dL, leukosit 7400, trombosit 332.000 MCHC menurun pada anemia defisiensi besi yang lebih berat dan berlangsung lama • Bila pada SADT terdapat anisositosis, merupakan tanda awal terjadinya defisiensi besi 15 • Pada anemia hipokrom mikrositer yang ekstrim terdapat poikilositosis (sel cincin, sel pensil, sel target) 2 ANEMIA DEFISIENSI BESI Anemia Defisiensi Besi Epidemiologi Diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia dan lebih dari 50% penderita ini adalah Anemia Defisisnesi Besi dan terutama mengenai bayi, anak sekolah, ibu hamil dan menyusui. Di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama selain kekurangan kalori protein, vitamin A dan yodium - papil lidah yang atrofi adalah salah satu tanda anemia defisiensi besi - pulsasi epigastrium adalah tanda khas hiowrtrofi ventrikel kanan. - abses hepar itu sangat nyeri bila berbaring biasanya pasien tidak mau berbaring. kalo kolesistitis kaki agak menekuk. bila diluruskan maka dia akan merasa nyeri

Anemia defisiensi besi pada kehamilan memberikan dampak negatif bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Ferritin serum merupakan alat ukur adanya defisiensi besi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran kadar ferritin serum wanita hamil trimester I di Rumah Sakit Umum Hasanah Graha Afia Masyarakat Indonesia masih belum sepenuhnya menyadari pentingnya zat gizi, karena itu prevalensi anemia di Indonesia sekarang ini masih cukup tinggi, terutama anemia defisiensi nutrisi seperti besi, asam folat, atau vitamin B 12. Setelah menentukan diagnosis terjadinya anemia, maka selanjutnya perlu disimpulkan tipe anemia itu sendiri

(DOC) Makalah anemia defesiensi besi hans axer

  1. Penderita yang mengalami penyakit pada lidah ini . lidahnya akan tampak licin dan mengkilat, baik seluruh bagian lidah maupun hanya sebagian. Penyakit ini sering kali timbul akibat kekurangan zat besi. Oleh karena itu penyakit pada lidah ini banyak ditemukan pada penderita anemia
  2. eral Fe sebagai bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit Etiologi. Asupan besi yang kurang pada jeniis makanan Fe non-heme, muntah berulang pada bayi, dan pemberian makanan tambahan yang tidak sempurna; Malabsorbsi pada enteritis dan proses.
  3. Pemberian obat : Na †Besi Karbonat Besi, Dekstran Besi Sukrosa Kandungan Besi 62,5 mg besi / 5 mL 50 mg besi / mL 20 mg besi / mL - Indikasi: Anemia defisiensi besi pada pasien.
  4. B12 3. Anemia aplastik adalah anemia yang berat, leukopenia dan trombositopenia, hipoplastik atau aplastik 1
  5. Gejala dan tanda anemia bergantung pada derajat dan kecepatan terjadinya anemia, juga kebutuhan oksigen penderita. Gejala akan lebih ringan pada anemia yang terjadi perlahan-lahan, karena ada kesempatan bagi mekanisme homeostatik untuk menyesuaikan dengan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen
  6. - Papil lidah atrofi : lidah tampak pucat, licin, mengkilat, merah, meradang dan sakit. - Jantung dapat takikardi - Jika karena infeksi parasit cacing akan tampak pot belly - Penderita defisiensi besi berat mempunyai rambut rapuh, halus serta kuku tipis, rata, mudah patah dan berbentuk seperti sendok. Laboratoriu

Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tidak dijumpai pada anemia jenis lain, seperti : a. Atrofi papil lidah : permukaan lidah menjadi licin da Anemia Defisiensi Zat Besi (Fe) -Atrofi papil lidah, yaitu permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang. Gambaran mikrositik ringan dapat dijumpai pada sepertiga pasien anemia penyakit kronik. Pemeriksaan sumsum tulang normal, Hematokrit 25-30%. Penyebab anemia defisiensi besi adalah pendarahan menahun, faktor nutrisi, kebutuhan besi meningkat, gangguan absorbsi besi, dan infeksi cacing tambang. Gejala yang khas pada anemia defisiensi besi adalah koilonychia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis, disfagia, atrofi mukosa gester, dan pica Atrofi pada papil lidah dapat mengindikasikan defisiensi besi, asam folat dan kobalamirt. Dapat pula terjadi stomatitis angular. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan hemoglobin, indeks sel darah merah, dispersi lebar sel darah merah, besi serum, saturasi transferin, dan feritin serum

(DOC) LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA Ahmad Imron Fatoni

(1)hubungan anemia defisiensi besi dengan usia kehamilan trimester i, ii, dan iii pada ibu hamil di rsup h. adam malik medan tahun 2008-2009 oleh: threesa serepina sinurat 070100169 fakultas kedokteran univer Sebaliknya, anemia hemolitik dapat terjadi apabila sel. a) Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis. b) Anemia defisisensi asam folat: lidah merah (buffy tongue) c) Anemia hemolitik: ikterus dan hepatosplenomegali. d) Anemia aplastik: perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi

Peningkatan reseptor transferin dalam serum (normal 4-9 µg/dl), dipakai untuk membedakan anemia defisiensi besi dengan anemia pada penyakit kronis. 6. Gambaran apus sumsum tulang menunjukkan jumlah normoblas basofil yang meningkat, disertai penurunan stadium berikutnya Dari 5398 sampel pada anak-anak didapatkan prevalensi 3% menderita anemia defisiensi besi. Prevalensi ADB lebih tinggi didapatkan pada remaja putri sebanyak 8,7%. Hasil penelitian menunjukan nilai matematika pada penderita ADB lebih rendah (Halterman, 2001)

Anemia defisensi besi - ANAK F

Kumpulan gejala ; anemia hipokromik mikrositer, disfagia, atrofi papil lidah disebut sebagai Plummer- Vincent syndrome atau Patterson Kelly syndrome; Gejala penyakit dasar yang menyebabkan anemia defisiensi besi :gejala penyakit cacing tambang, gejala kanker kolon dan lain-lain Secara fisiologis anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan. (Brunner & Suddarth, 2001) Zat besi merupakan salah satu mikronutrien terpenting kehidupan anak. Kekurangan atau defisiensi besi yang berat akan menyebabkan anemia atau kurang darah. Di dunia, defisiensi besi terjadi pada 20-25%. Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tidak dijumpai pada anemia jenis lain, seperti Atrofi papil lidah, Glositis, Keilosis, Koilonikia, Nilai Hb berkurang disbanding hitung sel darah merah, Hipokromik, Pica, Pemeriksaan labor:Hb rendah dibandingkan Ht dan hitung sel darah merah,kadar besi, Serum rendah,angka sel darah putih biasanya.

Catatan Dokter Muda: Anemia defisiensi besi (ADB

Angela: Anemia Defisiensi Bes

Pada demam tifoid, lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. Pada scarlet fever, lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera, warna lidah merah magenta. Pada anemia perniciosa, lidah pucat, licin, berkilat SELAMAT BERGABUNG DI TRY OUT ONLINE 3. 1 / 150. Pasien pria usia 23 tahun mengeluh mudah lelah. Selain itu pasien juga mengeluhkan adanya pusing, badan terasa lemas, gusi sering berdarah dan sering mengalami demam sejak beberapa bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat, tensi 100/60 mmHg, RR 21x/menit, suhu 37,6 ºC, nadi 88x.

Anemia - HaloSeha

  1. B 12, protein, piridoksin dan sebagainya. Anemia defisiensi dapat diklasifikasikan menurut morfologi dan etiologi menjadi 3 golongan
  2. Gejala Klinis Anemia pada akhirnya menyebabkan kelelahan, sesak nafas, kurang tenaga dan gejala lainnya. Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tidak dijumpai pada anemia jenis lain, seperti : 1. Atrofi papil lidah : permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang 2. 3. 4
  3. B12. Anemia aplastik adalah anemia yang berat, leucopenia dan trombositopenia, hipoplastik atau aplastik
  4. B12 Anemia hemolitik: ikterus, splenomegali dan hepatomegali Anemia aplastik: perdarahan dan tanda-tanda infeksi.5 3
  5. 4Skenario 1 Tutorial Blok 11. Theme : Anemia and Anemia in Obsgyn. Author : Didit. Anemia in Pregnancy --> Download here! Skenario (Triger I): Ibu Yeti, 25 tahun (wiraswasta), keluhan lemas disertai muka pucat, sering pusing, penglihatan berkunang-kunang, jantung berdebar-debar (sejak 3 bulan yang lalu), suami khawatir akan ada dampaknya jika.
  6. 1. Anemia aplastik dan defisiensi besi 2. Faktor risiko anemia 3. Patofisiologi anemia 4. Gejala klinis 5. Pemeriksaan penunjang 6. Diagnosis 7. Tatalaksana 8. Follow up 9. Komplikasi 10. Prognosis 11. Rujukan VI. INFORMASI VII. PEMBAHASAN LO I. Anemia Aplastik a
  7. Studi Kasus dan Asuhan Keperawatan pada Pasien Anemia. Darah membentuk sekitar 8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5,5 liter pada pria. Darah terdiri dari tiga jenis elemen selular khusus yang membentuk suspensi dalam cairan kompleks plasma, yaitu : 1. Eritrosit (sel darah merah) 2

Mekanisme kompensasi tubuh terhadap Anemia. C. Tanda Dan Gejala Anemia. Mungkin tidak tampak, namun ada beberapa gejala umumnya antara lain; warna kulit yang pucat, mudah lelah, peka terhadap cahaya, pusing, lemah, nafas pendek,lidah kotor, kuku sendok, selera makan turun, sakit kepala (biasanya bagian frontal) Lidah merupakan organ dalam rongga mulut penting pada tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi. Lidah memiliki peran dalam proses pencernaan, mengisap, menelan, persepsi rasa, bicara, respirasi, dan perkembangan rahang. Lidah dapat digunakan untuk melihat kondisi kesehatan seseorang sehingga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kesehatan oral dan kesehatan umum pasien Pada pemeriksaan fisik didapatkan: pucat, gizi kesan kurang. Suhu aksiler 38,5 o C, frekuensi nadi 108 x/menit, irama teratur, tekanan darah 124/78 mmHg, frekuensi nafas 18 x/menit. Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, papil lidah atrofi, tidak ditemukan pembengkakan gusi. Terdapat limfadenopati leher A. Perubahan pada panca indera terutama rasa Sekresi saliva berkurang mengakibatkan pengeringan rongga mulut. Papil-papil pada permukaan lidah mengalami atrofi sehingga terjadi penurunan sensitivitas terhadap rasa terutama rasa manis dan asin. Keadaan ini akan mempengaruhi nafsu makan, dan dengan demikian asupan gizi juga akan terpengaruh HIPERSENSITIVITAS. ANEMIA DEFISIENSI BESI. MANFAAT MINUM AIR PUTIH BAGI KESEHATAN. KESEHATAN MENTAL DALAM PSIKOLOGI ISLAM. HEMOFILIA. KISAH CINTA ALI DAN FATIMAH. PERSAHABATAN BERDASARKAN ISLAM. HUKUM DAN KODE ETIK KESEHATAN. DIARE PADA BAYI DAN ANAK